Selamat pagi good morning, have a good vibes temen prends oll. Udah agak lama semenjak ada uts aku ngga nulis" lagi nih tepat mumpung ada ide nulis soal november yang dibarengi dengan hari ulang tahun saya. Mengulang kejelekan" yang udah pernah dilakuin, ini itu aku evaluasi mulai dari apa yang kurang dan belum tepat dihidup aku. Semangat yang mulai aku tata ulang, perlakuan list di daily note yang udah aku targetin beberapa hal". Beberapa hal mulai dari kuliah sampe ke hobi dan treatment" kemanusiaan mulai dari yang sederhana sampe ya begitulah. Tapi aku butuh kopi, rasanya agak jauh terletak beberapa meter dari kamarku. Gamasalah yang penting ngopi. Kopi hasil "jujulan" beli gorengan di mang burjo deket kampus, oya mang burjonya ganti sekarang tapi tetep bosen. Soalnya bukan cewe yang jaga, kan bosen batang mulu. Pengen yang anget kaya gorengan hasil gorengan yoga. Salah satu mang burjo paling cool seantero perhelatan burjo di indonesia. *Haha* nah kopi aja dibahas segitunya ya? Cenderung melebar setiap tulisan yang aku tulis, tapi gapapa bar keliatan banyak ajaa. Oya aktifitas ini aku lakuin pake hape loh. Ok mumpung ga ada yg nanya jadi setiap tulisan yang ditulis ini mengandung originalitas ditulis di hape lenopo S920, ini hape lagi birahi"nya soalnye aktifitas produktip bisa dilakuin ke hape ini. Walaupun kondisinya udah makin tua, tapi ada istilah kan makin tua makin loyo yaa. Yang penting makin aja dah. 2 hal penting udah disiapin mulai kopi dan hape ditangan, halaman blog dihape mulai aku buka dan membuat ilustrasi untuk mengisi setiap tulisan yang ada. Udh lama ga bahas ini, jadi setiap tulisan yang ada pasti aku kasih tuh illustrasi yang lumayan nyambung atau sama sekali ganyambung. Ganyambung ganyambung gini masih mending deh, berusaha beda aja yang penting walaupun sebenernya ga ada yg beda. Banyak mungkin yang membuat model blog beserta illustrasinya, but i will do it again n again, try to make something different. Yaa! Oya illustrasi" itupun aku buat di hape, so smartphone ini ternyata bisa digunain sesuai porsinya dan tempatnya. Jadi buat" manusia" yang baca tulisan ini, berkaryalah terus tanpa batas dan terserah media produksinya pake apaan. Terserah!.
* * * *
Mulai dari persiapan" yang udah aku buka diatas, aku mulai menulis sedikit demi sedikit sampe tulisan ini terlihat "ruwet". Ruwet seruwet pemikiran orang" yang tidak mencoba memahami tapi lebih suka bersuara aja, bersuara aja mah monyet aja bisa. Tapi monyet bisa nulis ga ya? Engga kan ya? Yaudah lupain. Mulai aku tulis the november ini, tepat 2 november dimana hari itu aku dilahirkan didunia ini dengan harapan penuh dari kedua orang tuaku yang hebat. Orang tua yang memang berlaku seperti orang tua, orang tua yang penuh perjuangan kasih sayang dan cinta. That's the real thing yang aku pahami pertama di umurku yg udah nginjek ke 21 tahun ini, umur yang udah ga muda lagi. Umur dimana harus mulai memikirkan tentang apa yang aku harus lakukan kedepan? Umur dimana kedewasaan mulai terungkap dan tujuan sebenernya hidup itu apa si? Semua sudah melekat diotak ini, otak yang diberikan oleh Allah kepadaku. Dan pemikiran" itu harus aku hargai lebih dengan semangat untuk memprogess semua pemikiran itu mulai dari sekarang. Mulai dari tulisan ini dibuat, maka november ini dengan penuh kesadaran semoga dan selalu disemogakan doa" yang disampekan oleh keluarga, teman" kepadaku semoga bisa diqobul. Aamiin. Akhirnya agak serius juga tulisan ini ya? Gapapa emang harus serius untuk urusan yang ini nih. Dan aku rasa november tepat tanggal 2 kemarin adalah hal yang spesial buat aku kenapa? Karena..... Pasta gigiku abis, anjir. Ga salah! 2 november kemarin jadi salah satu hari yang buat aku melatih salah satu point pemikiran tadi. Yaitu soal kedewasaan, boom! Ternyata point tersebut udah mulai aku raih. Tepat dihari itu aku telat uts untuk satu mata kuliah yang penting, tentang K3. Matakuliah dengan dosen yang tegas dan orang tua banget karena emang udah tua. Dengan jenggot yang istimewa disertai kacamata era 70an, ya beliau bapak hajanto. Rasanya aku melakukan hal yang amat mengagetkan, telat untuk mengikuti ujiannya pad hari itu. Tanggal 2 november, aku mulai kebingungan disertai ketegangan yang tinggi. Kenapa bisa? Aku melewatkan hal itu, hal penting dengan 30% posisinya pada kontrak belajar. Aku gamungkin sebodoh itu membiarkan dan melewatkan ujian karena keterlambatan. Itu bakal jadi hal bodoh. Beberapa menit berlalu, aku harus mulai berpikir berapa tahap yang bakal aku selesaikan? Apakah aku bisa menyelesaikannya sendiri? Itu point yang bisa kalian pikirin untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Mulai dari hal itu aku mulai berangkat untuk menyelesaikannya, aku cari nomor pak hajanto dan nomor kaprodi tempat kampusku. Aku cari dan ketemu, dari salah satu temen baikku juga. Aku mulai mengirim sms ya soal permintaan maaf dan ingin mengusahakan untuk bisa mengikuti ujian susulan. Mulai aku kirim pesan tersebut dan, ya tidak langsung dibalas pasti. Aku mencari tempat duduk dekat ruang tata usaha yang yempat duduknya udah mirip orang antri ini, dan asal kalian tahu. Ternyata ada tv diatas kursi yang aku duduki. aneh ga? Dimana mana tv ya sekitar 30 / 45 derajat posisinya dari orang yang duduk kan? Ini yg aneh dari letak sebuah tv. Ada tempat duduk dan atasnya ada sebuah tv. Kebayang ga? Susahnya leher ini memutar 180 derajat vertikal dan yang kelihatan bukan layar, tapi kabel" tvnya. Anjir ga? Yah yaudahlah emang TUnya buruk. Seburuk kenyataanya ketika aku mulai mencari info tentang keberadaan kaprodi waktu itu dan meminta tolong untuk bisa dihubungkan langsung ke beliau. Apa responnya? Respon ibu" tua yang agak kurus dengan mata yang amat tidak ramah, beliau berkata kata "kalo yg telat hanya satu orang silahkan hubungi dan meminta ujian susulan sendiri". What the?? Kata" itu mulai aku cerna dan beberapa detik kemudian, aku berpikir bahwa apakah seperti itu proses kerjanya? Kenapa harus menggunakan sekala kuantitas? Apa bedany? Tugas TU kan menolong mahasiswa bukan? Kalopun menolong mahasiswa tidak ada dalam prosedur kerjanya. Minimal itu jadi ladang amal kan? Jadi ladang pemikiran, untuk menolong mahasiswa ini. Tapi tidak, beliau tidak melakukannya. Sampai akhirnya aku mulai menghubungi kaprodi tersebut dan bisa bertemu diruangannya. Ya aku mulai berbincang dan beliau masih santai namun ternyata beliau pun tidak bisa membantu. Oke well, brarti aku harus menghubungi Tata usaha lagi untuk bertanya. Dan seperti biasa dengan nada pandangan yang gaenak, intinya beliau "MALAS" membantuku. Tidak memberikan prosedur yang jelas cenderung bertele-tele. sampai ternyata aku harus menemui Wakil dekan dan membuat surat. Oke aku buat suratnya dan sebelumnya aku sudah sempat memberikan sms dan menuju ke ruangan pak hajanto, namun beliau sedang rapat diruangnya. Oke aku memilih untuk membuat surat, surat yang aku bikin salah. dan hari itu siang menuju waktu dzuhur, aku langsung bergegas untuk membuat surat perbaikan dan menuju ke ruang wakil dekan 1 itu. Nah!! Beliau menyetujui untuk aku mengikuti ujian susulan. Well, sekarang tergantung dosen. Bersedia atau tidak???? Pada endingnya ternyata aku bisa mengikuti ujian namun sampai sekarang aku belum dihubungi oleh pak hajanto. Ya usaha yang aku yakini bisa selesai dan akhirnya prosedur yang amat membosankan dan treatment orang" yang kurang sopan terhadapku. Aku jadikan pelajaran, ketika tidak ada manusia yang mencoba menolong. Allah lah penolong hambanya. Aku diberikan kelancaran itu dariNya, bukan dari yang lain!. Dan selesailah salah satu point tadi, dan tunggu point - point selanjutnya. That the real fact! Thanks!
Sabtu, 05 November 2016
The Novembers
Langganan:
Komentar (Atom)