i'm hafizh, a man. sedang berjalan-jalan ditahun millenium.

Senin, 27 Juni 2016

Every body is being "who are you??"

Well, selamat malam semua!!! Ucapan selamat jika kalian baca tulisan saya pas dan tepat waktu pada saat malam. Kalo pas baca pagi ya selamat pagi!!! kalo pas lagi baca siang atau sore ya begitu deh yaaa!. Malam ini saya mencoba membuat sesuatu eksperimen tentang ketidak sinambungan coret" gambar simple saya. Tidak tau apa maksud dari gambar" saya namun setelahnya banyak yang berpendapat langsung maupun tidak respon jijik juga ada, gapahambya lebih banyak. Well, ya memang begitu. Tapi setelah ini saya berfikir think about gimana caranya buat membuat orang tidak mengerti apa yang sedan saya buat ini tetapi setidaknya mereka membuat pikiran dan pendapat mereka pada setiap gambar" sederhana yang saya buat. Sebenernya itu bukan gambar tapi coret"an yaaa. Oke itu, dan nanti kalian bakal liat setiap postingan saya di blog ini dengan coret"an yang akan saya buat juga. Khusus. Khusus!!!.
******
Oke kali ini aku bakal nulis tentang peradaban diera micin gurih ini. Era dimana semua orang banyak dimendapat problema yang mereka buat sendiri. Problema yang mereka pikir sendiri tanpa memikirkan apa yang ada disekitar mereka, apa yang akan terjadi pada mereka. Entah, apa maksudnya? Entah apa tujuannya? Aku pikir diera seperti ini bakal lebih maju dan sadar ternyataaa. Tidak! Justru saya menginginkan orang" dijaman atau era dimana saya sebelum beranjak kekuliah ini untuk berkembang menjalani hidup bareng" saat ini. Namun, tidak bisa juga kalo saya atau kalian menginginkan hal itu babse, kalian hidup di tempat yang berbeda setiap eranya. I mean ketika kalian sedang menempuh hidup dalam studi, contohnya saya sendiri. Kuliah!. So, mau tidak mau kalian harus hidup dengan orang yang berbeda. Berkenalan dan mengenal. Tahap itu begitu santai dan cenderung menyengangkan tapi apakah lebih dari hal itu yang akan kalian dapatkan di era seperti ini? Saya rasa tidak, semua orang disekitarmu hanya akan mengenal dan berteman. Tidak akan ada empati, rasa ingin melindungi, rasa ingin saling memperhatikan, dan rasa kebersamaan. No that's not! Kalian akan susah untuk mendapatkan hal" diatas. Karena itu tadi semakin berkembangnya kehidupan di era seperti sekarang ini maka hal" yang kalian rasa kalian pikir bisa terjadi sesuai keinginginan kalian ternyata tidak. Kejam mungkin? Acuh jelas. Dan semua orang berinti dan bertanya. Siapa kamu? Hah siapa kamu???
*******
Siapa kamu?????
Aku????
Aku adalah manusia yang memiliki keluarga. Abi, umi, kakak, adik. Ya that's. Manusia manusia yang disetiap era hingga akhir hayat tidak akan berbeda, mereka yang menyanyangimu mereka yang mengenalmu mereka yang selalu ada dan bisa untuk kamu. Dan merekalah manusia yang tidak akan bertanya. Siapa kamu????
*****
Hidup adalah pilihan, pilih untuk berfikir point diatas adalah tombakmu. Diluar sana hanyalah itu itu saja. Rumahlah tempat kita merasakan "kebahagiaan" tanpa "siapa kamu???"

Senin, 06 Juni 2016

Tentang ilmu dan realita

"Pak es kelapa muda 1 gelas ya" tenggorokan saya sudah mulai kering sejak beberapa jam yang lalu setelah saya melakukan sebuah survey jalan atau singkatnya tugas akhir untuk salah satu matakuliah saya. Beberapa menit setelahnya "ini mas esnya" suara bapak penjual es rada berat nih. "Oh iya pak" sahutku. Saya nikmatin akhir" ini es kelapa agak membuat perut saya mual namun tidak kali ini, walaupun tenggorokan agak merasa aneh setelah meminumnya. Tapi karena tenggorokan ini butuh asupan yang segar, so jadi saya tetep aja memilih meminum minuman ini. "Ahhh" desahan setelah meminum minuman tadi (es kelapa muda). Segar terasa setelahnya, tenggorokan yang semula kering menjadi basah. Energi tersusun kembali, sudah saatnya saya melanjutkan tugas survey saya bersama teman" satu prodi saya. "Jlegerrr" bunyi dump truck ketika memberikan agregat campuran untuk aspal yang aedang diperbaiki diikuti kepulan asap yang terbentuk karena agregat tadi. Keringat yang mengucur dari bapak" yang ingin meratakan agregat agar sesuai dengan galian yang sudah disesuaikan. "Sreet" "sreet" you know i mean, bunyi seretan serokan yang digunakan untuk meratakan seolah-olah membuat saya berfikir bahwa tidak nyamannya bekerja seperti itu atau sudah nyamankan orang yabg bekerja seperti itu? Pikiran itu buyar ketika saya mulai ditugaskan untuk mendokumntasikan seluruh kegiatan tersebut. "Fizh videoin jangan lupa" suara teman saya sekitar 20 meter dari jarak saya berdiri. "Oh iya bro, ok" saya mulai mengeluarkan handphone yang sudah ada beberapa jam lalu didalam kantong jas almamater yang sengaja saya kenakan. (Klik video) *proses ini merekam perataan agregat serta pemadataan menggunakan baby roller dan diakhiri dengan mobilisasi peralatan yang telah dipakai tadi* "ok pak?" suara salah satu sopir operator truk turun. Menggunakan kaos MU ini dia keluar dan menghampiri saya yang tadi sempat merekam kegiatan perbaikan jalan. "Kuliah dimana mas?" tanya bapak tadi. "Oh di um Purwokerto pak" jawab saya. "Oh sama ya dengan anak saya lulusan tahun kemarin, angkatan 2009". Respon bapak tadi dengan cepat. Beberapa menit kami mengobrol bahwa anak si bapak ini seorang perempuan yang memang agak lama dalam menyelesaikan studi kuliahnya di jurusan teknik sipil, menurutnya skripsilah hambatannya. Dengan waktu berkisar 6 tahun dia menyelesaikan studinya. Dalam benak saya, apakah betul selama itu? Bapak itu kemudian melanjutkan dengan bercerita kalo anaknya sudah bekerja sama dengan tempat kerja si bapak, di salah satu PT penyedia alat berat dan pengerja proyek. Menurutnya gajinya kecil, saya tidak merespon hanya memberikan senyuman kecil itu tandanya saya mau mendengarkan apa yang bapak tadi sampaikan. Nyari kerja dizaman sekarang untuk sesuai dengan studi yang duku diambil ketika kuliah memang susah. Persaingan dimana-mana katanya. Beberapa menita berlalu kemudian bapak itu menutup perbincangan ini dengan "iya yang penting kuliah itu nyari ilmu, ilmunya dipake atau kaga itu urusan nanti yang penting setidaknya pola pikir kita beda nantinya dengan anak lulusan SMA atau yg lain" that's the point. Lillahita'ala kuncinya. Just do it, berilmu optimalkan otak belajar. Pola pikir tidak dapat dibohongi setelah kita mencari pekerjaan, dan pada akhirnya Allah yang menentukan kemana rezeki kita berada. That's it.

Minggu, 05 Juni 2016

That's the rule?

Hello by adele!!! Ya guys hari kemarin nih, gaperlu saya sebutin hari apa. Yang jelas disitu adalah hari yang saya anggap sebagai hari dengan penuh pertanyaan, penuh pertanyaan. Why? Ya jelas, kali pertama saya manggung dengan band project baru saya. Tepat pada hari itu juga saya dibingungkan oleh salah satu tim produksi sebuah event. Gaperlu juga saya sebutin siapa dan event apa. Karena memang gaperlu si. Soalnya nih event itu bener" diluar imajinasi saya guys. Event itu saya katakan gigs yang small, tapi harusnya dibikin dengan sebaik mungkin. Dengan tim yang harusnya sudah diatas rata", tim yang sudah berpengalaman dalam membuat sebuah event. I mean ya gigs. But, kenyataannya engga. Kenapa? Karena gini, singkat cerita intinya pada saat kita mulai performing diatas panggung ga ada masalah. Lancar asik kita enjoy. Ya that's the point walaupun endingnya kita belum menang. Karena memang tajuk dari event atau gigs ini sebenernya adalah kompetisi. Nah, oke dari segi itu kaga ada tuh masalahnya. Yang jadi masalah adalah proses sebelum gigs itu berlangsung. Harusnya, apapun dan berapa jumlah dari tim produksi itu, tujuannya ya ada 5 poros yang saling berhubungan yang salah satunya adalah penyelenggara dan si artis itu sendiri. Namun, berbeda dengan kenyataan. dari tim produksi yang saya lihat mereka tampak kebingungan. Berjalan seadanya sedikit menjengkelkan dan aneh. Ya jelas mulai dari awal kita TM mereka ngejelasin oke, mereka ngejelasin soal apaan si event ini. Event ini itu apa? Oke that's no problem. Yang jadi masalah pertama adalah rundown belum siap. Terus dari band belum banyak yang tahu rule dari event ini apa. Oke alhasil band berkurang, kemudian publikasi kaga jelas. Mereka seolah-olah kebingungan harus ngapain. Sampe" event ini ditunda dan berjalan satu minggu kemudian. Oke walaupun ditunda dengan alasan yang masih bisa diterima. Tapi  Dari kesalahan yang ada, kesalahan paling fatal adalaha rule ketentuan diawal ga sama setelah penembakan acara. Ketentuan yang akhirnya disampaikan oleh pihak tim produksi tidak sama dengan hari H acara berlangsung. So ini event apa sebenernya? Padahal koreksi awal saya melihat. Harusnya rule diawal ketika ingin memahamkan sebuah gigs atau event dari tim produksi dapat masuk dan diterima bukan? Bukan malah kabur dan gajelas rule dari event ini. Terus nih, publikasi. Pamflet penulisan sampe turun ke luar harusnya sudah direncanakan. Kemudian rundown ya harus pasti dan tegas, bukannya malah acak dan cenderung bebas nentuin siapa aja yg mau main duluan. Dan contact person dari tim produksi yang bertugas menyampaikan info. Jangan anggap remeh sampe" ga ngrespon apa yang ditanyakan dan disampaikan. That's it!. Mungkin sedikit pengen ngasih tau lewat tulisan aja, jadi buat kalian sebagai artis ataupun sebagai tim produksi. Berlaku konsep yang jelas, penyampaian dan komunikasi harus baik agar tercipta kenyamanan di antara kedua belah pihak. Dan saran buat saya penulis ini adalah pelajaran. Dan tugas saya menampilkan yang terbaik diatas stage. Saya menulis karena saya tau ini salah dan mungkin bisa saya tuliskan diblog saya ini. Sorry sedikit serius. Intinya gitu dah, dan minggu depan saya bakal perform lagi di event ini dengan ngga memperdulikan rule macam ini. Yang penting lanjut performing yang bener di atas stage. Thanks!!!