i'm hafizh, a man. sedang berjalan-jalan ditahun millenium.

Senin, 06 Juni 2016

Tentang ilmu dan realita

"Pak es kelapa muda 1 gelas ya" tenggorokan saya sudah mulai kering sejak beberapa jam yang lalu setelah saya melakukan sebuah survey jalan atau singkatnya tugas akhir untuk salah satu matakuliah saya. Beberapa menit setelahnya "ini mas esnya" suara bapak penjual es rada berat nih. "Oh iya pak" sahutku. Saya nikmatin akhir" ini es kelapa agak membuat perut saya mual namun tidak kali ini, walaupun tenggorokan agak merasa aneh setelah meminumnya. Tapi karena tenggorokan ini butuh asupan yang segar, so jadi saya tetep aja memilih meminum minuman ini. "Ahhh" desahan setelah meminum minuman tadi (es kelapa muda). Segar terasa setelahnya, tenggorokan yang semula kering menjadi basah. Energi tersusun kembali, sudah saatnya saya melanjutkan tugas survey saya bersama teman" satu prodi saya. "Jlegerrr" bunyi dump truck ketika memberikan agregat campuran untuk aspal yang aedang diperbaiki diikuti kepulan asap yang terbentuk karena agregat tadi. Keringat yang mengucur dari bapak" yang ingin meratakan agregat agar sesuai dengan galian yang sudah disesuaikan. "Sreet" "sreet" you know i mean, bunyi seretan serokan yang digunakan untuk meratakan seolah-olah membuat saya berfikir bahwa tidak nyamannya bekerja seperti itu atau sudah nyamankan orang yabg bekerja seperti itu? Pikiran itu buyar ketika saya mulai ditugaskan untuk mendokumntasikan seluruh kegiatan tersebut. "Fizh videoin jangan lupa" suara teman saya sekitar 20 meter dari jarak saya berdiri. "Oh iya bro, ok" saya mulai mengeluarkan handphone yang sudah ada beberapa jam lalu didalam kantong jas almamater yang sengaja saya kenakan. (Klik video) *proses ini merekam perataan agregat serta pemadataan menggunakan baby roller dan diakhiri dengan mobilisasi peralatan yang telah dipakai tadi* "ok pak?" suara salah satu sopir operator truk turun. Menggunakan kaos MU ini dia keluar dan menghampiri saya yang tadi sempat merekam kegiatan perbaikan jalan. "Kuliah dimana mas?" tanya bapak tadi. "Oh di um Purwokerto pak" jawab saya. "Oh sama ya dengan anak saya lulusan tahun kemarin, angkatan 2009". Respon bapak tadi dengan cepat. Beberapa menit kami mengobrol bahwa anak si bapak ini seorang perempuan yang memang agak lama dalam menyelesaikan studi kuliahnya di jurusan teknik sipil, menurutnya skripsilah hambatannya. Dengan waktu berkisar 6 tahun dia menyelesaikan studinya. Dalam benak saya, apakah betul selama itu? Bapak itu kemudian melanjutkan dengan bercerita kalo anaknya sudah bekerja sama dengan tempat kerja si bapak, di salah satu PT penyedia alat berat dan pengerja proyek. Menurutnya gajinya kecil, saya tidak merespon hanya memberikan senyuman kecil itu tandanya saya mau mendengarkan apa yang bapak tadi sampaikan. Nyari kerja dizaman sekarang untuk sesuai dengan studi yang duku diambil ketika kuliah memang susah. Persaingan dimana-mana katanya. Beberapa menita berlalu kemudian bapak itu menutup perbincangan ini dengan "iya yang penting kuliah itu nyari ilmu, ilmunya dipake atau kaga itu urusan nanti yang penting setidaknya pola pikir kita beda nantinya dengan anak lulusan SMA atau yg lain" that's the point. Lillahita'ala kuncinya. Just do it, berilmu optimalkan otak belajar. Pola pikir tidak dapat dibohongi setelah kita mencari pekerjaan, dan pada akhirnya Allah yang menentukan kemana rezeki kita berada. That's it.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar